Graha Aswaja Ciputat — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ciputat terus berupaya meneguhkan komitmennya dalam menghidupkan budaya intelektual. Komitmen tersebut diwujudkan melalui forum Consilium (Ciputat Movement for Research, Academic Tradition and Islamic Intelektual) sebagai implementasi nyata gagasan Reintelektualisasi yang dicetuskan Ketua Umum PMII Cabang Ciputat, Fauzan Bahasuan untuk arah gerak organisasi.
Pada Consilium Vol. 1.1, PMII Ciputat menghadirkan Khairi Fuadi, senior PMII Ciputat sekaligus Founder Indonesia South Foundation (ISSF), sebagai narasumber. Dalam forum tersebut, Khairi mengulas tentang normal baru ketidakteraturan global sebagai refleksi atas kondisi dunia kontemporer yang ditandai oleh meningkatnya ketidakpastian, krisis multidimensi, serta pergeseran tatanan global.
Forum Consilium dirancang sebagai ruang diskusi strategis berbagai disiplin keilmuan sekaligus wadah produksi gagasan. Tidak hanya berhenti pada diskursus kritis, kegiatan ini juga mendorong lahirnya karya tulis berupa paper dan memoar pemikiran yang disusun oleh para narasumber, sehingga gagasan yang dihasilkan tidak bersifat sesaat namun menjadi warisan intelektual.
Ketua Umum PMII Cabang Ciputat, Fauzan Bahasuan, menegaskan bahwa reintelektualisasi merupakan gagasan penting dalam mengembalikan marwah PMII sebagai organisasi kader dan organisasi intelektual.
“PMII Ciputat harus kembali menghidupkan tradisi intelektual melalui forum-forum diskusi. Consilium ini sebagai upaya upaya menghidupkan budaya tersebut dan kami rancang agenda ini agar tidak berhenti pada diskusi dan kajian saja, tetapi juga melahirkan tulisan sebagai warisan pemikiran melalui paper yang dibuat para narasumber,” ujarnya.
Menurutnya, Consilium dihadirkan sebagai jawaban atas tantangan pragmatisme dan rutinitas organisasi yang kerap mengesampingkan ruang refleksi dan pengembangan gagasan. Dengan pendekatan berkelanjutan, forum ini diharapkan mampu membangun ekosistem intelektual yang hidup di lingkungan PMII Ciputat.
Melalui Consilium, PMII Ciputat menegaskan bahwa agenda reintelektualisasi bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang diarahkan untuk memperkuat tradisi diskusi, penulisan, dan pengembangan pemikiran kader. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya kader-kader PMII yang kritis, reflektif, dan berdaya saing intelektual.