Workshop Kaderisasi PMII Ciputat: Melawan Stagnasi, Mengembalikan Marwah Intelektual

CIPUTAT – Sebagai bagian dari rangkaian Musyawarah Pimpinan Cabang (MUSPIMCAB) Ke-I, Workshop Kaderisasi PMII Ciputat menjadi sorotan utama. Lokakarya ini mengambil langkah strategis dengan menggeser haluan dari pola organization-based menjadi individual-based. 

Komitmen ini bukan lagi tentang sekadar menambah jumlah anggota, melainkan fokus pada peningkatan kualitas dan kompetensi setiap kader secara berkelanjutan.

Langkah ini mencerminkan kesadaran mendalam PMII Ciputat bahwa kuantitas tanpa kualitas adalah ilusi. Di tengah tantangan zaman—mulai dari krisis multidimensi hingga disrupsi teknologi—organisasi mahasiswa harus mencetak agen perubahan yang cerdas, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi.

Salah satu hasil terpenting dari Workshop Kaderisasi PMII Ciputat adalah penegasan kembali komitmen untuk mengembalikan budaya literasi dan tradisi diskusi. 

Forum ini sepakat bahwa tanpa tradisi membaca dan berdiskusi, kader-kader akan kehilangan nalar kritisnya, dan gerakan akan kehilangan arah filosofisnya. Tujuannya jelas, yakni mencetak kader yang progresif, adaptif, dan konsisten dalam menjaga nilai-nilai dasar pergerakan (NDP). 

Kader progresif adalah mereka yang berpihak pada kaum marjinal dan berani mengambil sikap atas ketidakadilan. Kader adaptif adalah mereka yang relevan di era disrupsi. Sementara itu, kader yang konsisten adalah mereka yang tidak akan goyah dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran.

Pergeseran ini adalah sebuah transformasi fundamental, bukan sekadar jargon. Setiap kader akan diberikan ruang dan program yang lebih personal untuk mengasah kemampuan teknis dan non-teknis, memastikan mereka memiliki “senjata” yang mumpuni. Komitmen ini juga bertujuan untuk memperkuat ikatan personal dan ideologis setiap kader.